Jiwa yang terkapar
Nada rindu mengusik kalbu
Nyanyian yang tiada pernah tergores tinta
Nada kasih mengalir menembus sukma
Menyentuh batin, mengalirkan sayang
Nyanyian yang tiada pernah tergores tinta
Sungguh betapa segala resahmendesah
Bimbangmengguncang dalam ketidakabadian
Untuk siapa lagi nada ini kan menyapa
Kalau bukan untukmu sahabat terbaikku
Direlung jiwa bersemayam segala rasa terhempas risau, melayang hilang
Bening air mata berkaca-kaca
Bak telaga yang memantulkan gemerlap bintang
Nada lahir dari ujung renungan
Mengalun bersama kesunyian
Menepis semua kebisingan
Mengalir diantara mimpi dan bayangan
By : Ida Shinsetsu
Nada rindu mengusik kalbu
Nyanyian yang tiada pernah tergores tinta
Nada kasih mengalir menembus sukma
Menyentuh batin, mengalirkan sayang
Nyanyian yang tiada pernah tergores tinta
Sungguh betapa segala resahmendesah
Bimbangmengguncang dalam ketidakabadian
Untuk siapa lagi nada ini kan menyapa
Kalau bukan untukmu sahabat terbaikku
Direlung jiwa bersemayam segala rasa terhempas risau, melayang hilang
Bening air mata berkaca-kaca
Bak telaga yang memantulkan gemerlap bintang
Nada lahir dari ujung renungan
Mengalun bersama kesunyian
Menepis semua kebisingan
Mengalir diantara mimpi dan bayangan
By : Ida Shinsetsu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar